Logo-Akatel-Jakarta

Akatel menuju STT Telkom

Uncategorized

Alhamdulillah, segala puji bagi Tuhan Semesta alam, bahwa sebagai manusia kita hanya diwajibkan untuk berusaha, dan selebihnya kita pasrahkan, berserah diri serta bertawakal kepada-Nya atas upaya kita. Dan selanjutnya patut kita syukuri setiap apa yang kita capai, karena semua itu tidak lepas dari atas berkat rahmat Allah Azza Wa jalla.

Diawal tahun 2015, kita mencanangkan sebagai Tahun Perubahan ke arah yang lebih baik, perubahan ke arah yang lebih Tinggi yaitu dari sebuah Akademi menjadi Sekolah Tinggi. Perubahan ini tentu menuntut semua Civitas Akademika untuk mengikuti perubahan itu, kalau tidak ingin ketinggalan arau bahkan ditinggalkan. Perubahan yang hampir pasti adalah perubahan manajemen tentu tidak hanya adanya wajah-wajah baru, tapi yang terpenting adalah berubahnya budaya tentu budaya yang lebih baik dan lebih unggul.

Akademi Telkom Jakarta berangkat dari segala keterbatasan yang ada, untuk berubah menjadi Sekolah Tinggi bukan hal yang mudah untuk dilakukan, tetapi kita bisa. Keterbatasan tidaklah menjadi penghalang bagi kita untuk terus berkarya bagi dunia pendidikan Indonesia ditengah masih banyaknya yayasan pendidikan yang hanya berorientasi profit tanpa memperhatikan kualitas, bahkan berani untuk memperjualbelikan ijazah dan gelar, ini patut kita sayangkan.

Sekali lagi keterbatasan bukan menjadi kendala, tetapi menjadi pemicu motivasi untuk berubah, satu-satunya kendala yang kita miliki adalah ada tidaknya kemauan untuk lebih baik lagi ke depan.
Cita- cita menjadi Sekolah Tinggi telah didepan mata, pekerjaan besar telah menanti bagi kita untuk dipersiapkan sehingga kita memang layak menjadi Sekolah Tinggi. Persiapan apa yang perlu dilakukan untuk menjamin bahwa Rekomendasi dan Ijin dari DIKTI menjadi Sekolah Tinggi diterbitkan ?
1. Struktur Organisasi
2. Dosen
3. Sarana dan Prasarana
4. Kurikulum
5. Keuangan

Setidaknya 5 item diatas menjadi pekerjaan rumah yang perlu dipersiapkan. Perubahan institusi dari Akademi menjadi Sekolah Tinggi karena adanya penambahan Program Studi mengharuskan perubahan Struktur Organisasi, seperti pos yang jelas dari dosen dan staf masing-masing prodi. Meski untuk beberapa bagian masih berada pada manajemen institusi seperti Unit / Bagian Sistem Informasi, untuk pertimbangan efisiensi Sisfo dapat menangani beberapa prodi.

(Bersambung)