Susahkah Mengajar?

Uncategorized

Belajar dari pengalaman, bahwa mendidik adalah pekerjaan yang susah-susah gampang, bukan gampang-gampang susah. Apa bedanya? Menurut saya lebih banyak susahnya daripada gampangnya. Dan mendidik lebih susah dibandingkan mengajar. Namun intinya adalah bagaimana transfer pengetahuan, pengalaman dapat dilakukan dengan baik. Sehingga pengetahuan dan pengalaman tersebut dapat sebagai panduan kalau tidak bisa dibilang pedoman, acuan kalau tidak bisa dibilang tuntunan. Idealnya mendidik atau mengajar lebih mudah dengan memberi contoh. Contoh-contoh kasus di lapangan sangat baik untuk dijadikan contoh, pengalaman di lapangan akan mudah diterima dan dimengerti daripada contoh soal dalam teori.
image

Menurut pengalaman penulis, dan rasanya memang aneh, sudah pengalaman mengajar masih mempertanyakan susahkah mengajar ? Bagi yang sudah pengalaman mungkin tahu arti pertanyaan itu? Bahkan mungkin karena sudah pengalaman mengajar maka mengajarpun tanpa perlu belajar lagi???? Ini penulis cerita dari pengalaman penulis sendiri, rasanya sehebat apapun dosen atau guru, adalah salah jika mengajar tanpa perlu belajar? Ooo mungkin ada yang bilang, wah saya udah hafal materinya sampai di luar kepala? Iya saking banyak yang diluar kepala jadi lupa semua? Gitu kan? Ada lagi bilang wah saya udah menguasai materinya semuanya didalam kepala. Oooo gitu? Iya ditumpuk dengan informasi berita kriminal, berita politik, berita korupsi, cerita sinetron….kira-kira susah ngga ngeluarin materi kuliah ditumpukan otak paling bawah, saking bawahnya, sampai dibawah alam sadar??? Ya jelas susah, bahkan saking susahnya mengeluarkan ingatan itu, baru keluar kalau kita ngga sadar? Seperti orang dihipnotis semua yang ada dibawah alam sadar bisa dikelkuarkan, sehingga muncul hipno teaching?? Terus terang saya ngga tahu dengan konsep ini, artinya saya perlu belajar dulu. Penilaian saya sementara, hipno teaching hanya cara pintas, cara instan untuk mengajar, tapi perlu diingat sesuatu yang dilakukan dengan cara pintas atau instan, maka mahasiswa atau anak didik hanya faham secara instan tidak memahami untuk apa mempelajari konsep itu. Kalau ada istilah artis karbitan, mungkin kita juga sama halnya dengan mendidik mahasiswa menjadi ahli madya karbitan??? Tentu saya tidak ingin seperti itu?

Pengalaman penulis, dan itu jugasaya sampaikan ke mahasiswa, untuk bisa mengajar anda, saya bersusah payah mempelajari materi yang akan saya berikan? Kenapa ? Materi seperti bengkel mobile programming misalnya bukan materi yang hanya perlu dibaca, yang hanya perlu disimak, tetapi juga dipraktekan. Agar temen-temen mahasiswa bisa mempraktekan, mereka perlu contoh? Maka saya pun belajar mempraktekan membuat program aplikasi mobile dan kemudian mengajarkannya. Kalau saya masih saja bersusah belajar untuk mengajar, maka harus anda mahasiswa lebih tekun lagi belajar karena itu tugas anda. Intinya bagaimana transfer pengetahuan bisa dilakukan, dan mempraktekan apa yang anda peroleh agar anda berpengalaman dengan konsep tersebut, saya setuju dengan learning by doing, ngga salah dengan metode ini, cuma mungkin prakteknya agak susah kali ya, menurut saya yang susah adalah memulainya, mulailah sekarang dan seterusnya.

Sering saya tanyakan ke rekan mahasiswa, mengapa anda tidak belajar untuk mencobanya atau mempraktekannya dengan membuat program aplikasi? Jawabnya belum tahu perintah-perintahnya atau bahasanya pak? Saya jawab lagi kira-kira untuk belajar bahasa inggris dan berbicara bahasa inggris apa anda perlu menguasai kamus 1000 kata? 1 juta kata? Ngga kan? Menurut saya satu-satunya kesulitan anda hanya sulit untuk memulai mempraktekannya dan disitu anda akan belajar.

Sulitkah mengajar? Yang sulit adalah memulai untuk belajar dan terus belajar tidak peduli belajar untuk mengajar, belajar untuk bekerja, belajar untuk mengerjakan proyek.

Silakan dikomentari, tulisan ini sangat berpotensi untuk diperdebatkan, karena apa yang saya sampaikan bukanlah kebenaran mutlak. Jika sakit berlanjut hubungi dokter, untuk informasi lebih lanjut let’s ask this blogger.

Tulisan ini dibuat ketika penulis sedang duduk manis dipojok gerbong krl dengan hanya menggunakan sendal jepit menuju kampus tercinta hujan-hujan, ternyata masih ada sedikit semangat kerja meski hujan terus jalan. Tak kenal maka tak sayang, inilah saya :
image

http://sonic.akademitelkom.ac.id/showthread.php?tid=272&pid=753#pid753

Leave a Reply