broadband-433x300

27 Jam Nonstop Ngoprek Integrasi Fingerprint dan SMS Gateway, Mantap! (Bab 1)

Uncategorized

Seperti bang Thoyyib yang ngga pulang-pulang demi sebongkah batu (?), syukur-syukur batu permata kalau ngga sebongkah berlian, begitu pula yang saya lakukan dengan Ngoprek 27 Jam Nonstop, seharusnya dapat tuh rekor Muri, tapi sayang ada yang lebih lama lagi Rekornya 30 Jam Nonstop kerja, hanya sangat disayangkan harus berakhir tragis. Memang perlu diingatkan kembali filosofinya Kerja untuk hidup atau hidup untuk kerja, tapi jangan sampai Kerja terus-menerus sampai mati.

Kembali pada acara Ngoprek, yang perlu dipertanyakan adalah lama amat Ngopreknya, ngapain aja tuh? Kita mulai jam 10.00, dari berangkat dari Bogor jam 07.00 kurang 4 menit, kalau dari rumah jam 06.30, jam 09.30 sampai TKP (Tempat Kejadian Perkara), gara-gara salah gaul dengan orang di sekolah kepolisian, jadi kebawa-bawa nih istilah di polri. Sempet-sempetnya lihat jam ? Padahal saya ngga pake jam, lihat di hp? Ngga juga kebetulan waktu itu jalan, melewati dealer motor yang ada jam besarnya, jadi keliatan dari jalan. Oooo…

Kembali ke laptop, Pertama-tama kita lihat dulu kasusnya :
1. Terdapat perangkat finger print di kantor pusat, sudah berbasis IP lengkap dengan softwarenya berbasis Windows.
2. Terdapat perangkat SMS Gateway yang juga akan dipasang juga di kantor pusat untuk Broadcast SMS pemberitahuan jatuh tempo ke pelanggan, datanya ada di server web, bisa dipasang di Windows maupun Linux.
3. Server Web dan aplikasinya di gedung Cyber menggunakan Linux Centos

Bagaimana Skenarionya agar Server SMS Gateway dan Fingerprint dapat terintegrasi dengan Server Enterprise, yang di gedung Cyber?

1. Skenario A : semuanya dipasang di server di gedung Cyber dengan Sistem Operasi Windows
2. Skenario B : SMS Gateway dipasang di Server di gedung Cyber
3. Skenario C : SMS Gateway dipasang di Linux dan Fingerprint di Windows
4. Skenario D : SMS Gateway dan Finger print dipasang di kantor Pusat dan dipasang pada sistem operasi Windows.

Manakah Skenario yang lebih baik ? Mari kita lihat, sebelum memilih skenario yang akan digunakan, kita lihat dulu kebutuhan dan spesifikasinya :
a. Kebutuhan SMS Gateway :
     – Modem SMS Gateway : pakai wavecom karena murah meriah.
     – Gammu, atau Gnokii, atau SMStool atau Kannel
     – Antarmuka berbasis web sekaligus Database mysql : Kalkun atau playsms
     – Sistem Operasi bisa Windows atau Linux.
     – Sinkronisasi Database mysql dari Server di gedung Cyber ke Windows : bisa pake rsync, ssh
 
b. Kebutuhan Fingerprint :
     – Perangkat finger berbasis IP
     – Aplikasi finger under Windows dengan Database Mysql.
     – Sistem Operasi Windows
     – Sinkronisasi Database Mysql dari Windows ke Linux : bisa pakai rsync(?)
   
Skenario A tampaknya ini lebih mudah, tapi sayang berarti kita harus ke Gedung Cyber.  Masalah berikutnya, agak susah juga memelihara perangkat SMS Gateway dan aplikasinya kalau dipasang disana. Dan yang terutama yang lumayan berat adalah mengganti sistem operasi di sana dari Linux turunan RHEL yaitu Centos ke Windows Server, belum lagi masalah kehandalannya yang masih dipertanyakan untuk mengolah database sebesar 1 GB. Wah rasanya saya ngga berani ambil resiko ini. Bisa-bisa dikomplain sama klien. Karena pengalaman sebelumnya pernah mengganti Linux Fedora ke Ubuntu Server, hasilnya? Semua cabang teriak…lemmoooot, kebayang capeknya udah begadang semaleman harus balik lagi ke gedung Cyber, mana ruangan dinginnya super-super. Skenario A yang tampaknya mudah, ternyata susah juga dalam  prakteknya.

Skenario B SMS Gateway dipasang jadi satu dengan aplikasi di server di gedung Cyber, dengan sistem operasi sama-sama Linux Centos,  lebih mudah, masalahnya adalah harus datang le gedung Cyber dan memasangnya disana, belum lagi masalah maintenance perangkat modem sms gateway sementara kita harus juga memasang perangkat finger di kantor pusat. Pernah terlintas untuk membuat virtualisasi dengan virtualbox, masalah beban server akan semakin besar, karena adanya sistem operasi tambahan dengan virtualbox,  pengalaman kemaren di salah satu klien yang lain, pernah masang virtualisasi server untuk video conference dengan Big bluebutton, hasilnya, lola alias loadingnya lama.

Skenario C, SMS Gateway dan Finger print keduanya dipasang di kantor pusat, tetapi SMS gateway dipasang di linux untuk mempermudah sinkronisasi database dengan Rsync, dan Finger print dipasang di Windows dan untuk sinkronisasi data absensinya bisa pake Rsync juga? Tanda tanya karena memang sebelumnya tidak berharap sinkronisasi database dari Windows ke Linux dan sebaliknya. Solusi ini agak lebih mudah, tapi membutuhkan dua perangkat komputer atau kalo nggak dengan vmware, dua sistem operasi dalam satu komputer. Mampu ngga nanti dalam menangani database dari server di gedung Cyber?? Dan juga harus instal sistem operasi 2x belum lagi masalah sinkronisasi dan virtualisasinya.

Skenario D, sepergi skenario C, hanya saja keduanya dipasang dalam sistem operasi Windows. Berarti SMS Gateway harus dipasang di Windows dengabn Gammu dan Kalkun sebagai antarmuka berbasis web dan database sudang menggunakan Mysql, dan aplikasi finger juga berbasis Windows dengan database juga sudah dengan Mysql. Satu-satunya masalah hanya di sinkronisasi dan remote server dengan Rsync bisa? Skenario ini tidak perlu mengganggu sistem operasi yang ada, baik yang di gedung Cyber maupun di kantor pusat. Wah kayaknya ini maslaahnya lebih sedikit, tapi belum tentu lebih mudah, dengan kebutuhan perangkat lebih sedikit juga akhirnya skenario ini yang dipilih.

Langkah selanjutnya, adalalah :
1. Pasang Gammu, di Windows, cari contekannya di google, ketemu yang pas, ikuti petunjuk dan pasang.
2. Pasang xampp, tinggal download dan ekstrak, letakkan di c:\xampp
3. Pasang Kalkun, tinggal unduh dan ekstrak, elatkkan di c:\xampp\htdocs\kalkun
4. Pasang Database kalkun dengan phpmyadmin, sql ambil dari Gammu
5. Buka browser dan coba akses ke alamat : htpp://localhost/kalkun, itu petunjuknya untuk proses instalasi kalkun.

Selesai? Nggak. Masalah ada di Windows yang dipake, Windows 64bit, logikanya saya pakai Gammu untuk windows 64bit juga dong? Masalahnya harus nambahin library *.dll bukan dan lain-lain lho. Masih juga ngga konek sms di modem sms ngga masuk ke database. Sms yanhg dikirim ngga terkirim ke nomor tujuan. Dua kali nyoba ngga jalan juga? Menyerah? Baru juga nyoba 2x udah menyerah? Si Honda penemu mesin piston atau si Thomas alfa (lupa) Edison yang sekolah dikeluarin, sudah mencoba 1000 x baru mendapatkan bolam lampu pijar yang sesuai. Selanjutnya kita coba lagi, pokoke perut maju p*nt*ng mundur eh maju terus pantang mundur, tapi iseng saya ganti biarin Windowsnya 64bit, tapi Gammu-nya menggunakan 32bit, sambil bertanya bisa ngga ya? Tapi terus aja diinstal, selesai. Coba, kirim sms ke nomor pribadi tes tes tes air hujan kebetulan saat itu sedang hujan. Ngga nyangka jalan….yes berhasil berhasil kayak si dora.

Tapi sayang, saya nyobanya di laptop kantor, yah instal lagi deh kantor pusat setidaknya, instalasi yang kedua di kantor pusatpun juga berhasil dan masalah. Waktu itu udah hampir tengah malam.

Lanjut, ke sinkronisasi database secara remote dengan Rsync. Latihannya pernah nyoba rsync di 2 komputer sama-sama linux dimana keduanya bisa dipasang rsync dan ssh dan lokal LAN.  Sekarang prakteknya dengan 2 server dengan sistem operasi yang berbeda, satu Windows dan lainnya Linux, dengan jaringan WAN lagi pake modem.

Ngapain aja sih? Ssh di windows pake apa ya? Cari dulu di google, ketemu yang namanya freesshd. Banyak sih yang menawarkan aplikasi ssh di windows, selain berbayar juga ribet. Coba pasang freesshd di windows, coba cek port dari laptop pake nmap? Waduh kok ngga ada. Dicari-cari sebabnya ternyata ada di firewall yang terpasang di Windows, tambahkan port yang diijinkan untuk diakses, Scan lagi port dengan nmap, ok muncul port 22, 80, 3306. Ok ssh jalan di Windows?

Terus apalagi, Rsync-nya gimana ? Dari tengah malem sampai subuh belum juga selesai. Masalahnya adalah bagaimana, Komputer server dengan koneksi WAN yang pasti menggunakan IP Public, bisa mengakses ke IP Private LAN? Ok kita pindah ke modem, kita akan setting di modem untuk mengarahkan IP Public ke IP Private, settingnya tergantung modem yang digunakan. Untuk modem ADSL dengan Linksys untuk speedy, konfigurasi ada di application->Gaming->Port Forwarding, masukan IP lokal yang dituju dan port yang digunakan. Untuk modem yang lain bisa pake settingan di virtual server.

Ok, sementara progres sampai disini, pagi jam 6 lewat, mataku sudah terasa pedas padahal tidak makan sambal, lama-lama mata terasa buram, alias bubur ayam. Ya sudah minta tolong ama OB, pesenin Bubur ayam, plus secangkir kopi. Kayaknya enak pagi-pagi nyabu ditambah kopi yang penting mata melek lagi, tidak lagi buram.

Leave a Reply