Wanita Sholihat (2)

Saudara – saudaraku kaum muslimin wal muslimah yang berbahagia di mana saja berada, wabil khusus kaum muslimin yang sudah memiliki istri, apabila ternyata di dapati istri kita itu kurang pandai berkata yang baik, maka anggaplah dia itu bukanlah guru bahasa, jika sedikit kurang pandai masak, anggaplah dia bukanlah seorang koki restaurant Jepang, jika sedikit mungkin kurang berakhlak, anggaplah dia bukanlah seorang ustadzah kondang selevel mamah Dedeh, jika sedikit istri kita kurang pandai bersolek, memang dia bukanlah seorang hostes penghibur laki – laki hidung belang…..justeru adanya istri kita mau kita nikahi karena dia ingin banget <!–more–>bekerja sama untuk memenuhi kekurangan yang ada pada dirinya, dan ternyata kita lah yang di percaya yang akan memenuhi kekurangannya itu, karena masih dalam proses menuju arah kesempurnaan….( gayuh marang kasampurna ) maka sebaiknya kita sedikit membuta terhadap kesalahan istri yang tidak berarti, yang penting prinsipnya tidak dosa, tidak melanggar, tidak maksiat, tidak haram. Oleh karena itulah istri kita itu sebenarnya tergantung kita, mau kita bentuk istri yang bagaimana ?! , itu semua telah dia percayakan kepada kita sebagai suaminya. Dia kita bimbing terus dengan kasih sayang, janganlah ada dalam hati kita rasa kecewa karena dia pun hasil pilihan kita juga yang sudah kita pertimbangkan sebelumnya dengan pemikiran yang matang, lalu kita sholati istikharah dan dia sekarang sudah menjadi istri kita yang harus kita ramut dan jaga keutuhannya dalam membina keluarga yang dapat hidup harmois dan romantis. Oleh karena itulah saudara – saudaraku, setiap kali menghadapi cobaan dalam rumah tangga, mari kita selesaikan secara arif, kita berusaha untuk mengendalikan emosi lalu bersikap yang baik yang bijak, kita ambil keputusan yang baik, dan kita usahakan jangan mengambil resiko, kalaupun ternyata اللّٰه berkehendak yang lain, misalnya sampai terjadi purik / minggat, pundung ( pergi tanpa pesan, pergi tanpa berpamitan) untuk selamanya sehingga terjadi perceraian……yaa kita harus menerimanya dengan legowo, lapang dada dan jangan putus asa, jangan menyalahkan siapa – siapa karena itu sudah ada takdir dan ketentuannya dari اللّٰه swt, kita tinggal menjalaninya dengan hati yang ikhlas…karena Allah swt telah berfirman :
ُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
سورة الطلاق ٣
Artinya : ” Sesungguhnya اللّٰه lah yang telah menyampaikan perkaranya, sungguh Allah telah menjadikan takdir bagi setiap sesuatu.”
Surat At-Talaq 3

وَإِنْ يَتَفَرَّقَا يُغْنِ اللَّهُ كُلًّا مِنْ سَعَتِهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ وَاسِعًا حَكِيمًا
سورة النساء ١٣Ù
Artinya : ” Dan jika keduanya ( suami istri ) bercerai / berpisah maka Allah akan memberikan kekayaan kepada masing – masing dari kekuasaannya Allah, dan Allah maha luas lagi maha menghukumi.”
Surat An-Nisa’ 130

By: Ustad Yunus Syaifullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *