Wanita Sholihat (3)

Saudara – saudaraku kaum muslimin wal muslimat yang berbahagia di mana saja berada, alangkah senang dan bahagianya bila dalam rumah tangga dapat menunaikan kontribusinya masing – masing, baik suami, istri dan anak dengan tanpa harus berselisih, berseteru, apalagi wabil khusus bagi suami dan istri sampai bercerai hanya gara – gara rambut istri kita tidak hitam bergelombang atau tidak seperti mayang terurai, atau mungkin istri kita tidak bermata jeli ( bhs sunda : cureuleuk ), tidak berhidung mancung tapi mungkin mohon maaf pesek, tidak berbibir seperti gadis Manado, atau dagunya istri kita tidak seperti lebah bergantung, ataupun giginya tidak seperti untaian permata, suaranya pun tidak seperti buluh perindu tap justeru cempreng alias gambreng….he he he, tidak berleher jenjang seperti seorang artis Maudy….( he he he…ustadz tahu aja ), buah dadanya pun ( mohon maaf ) tidak montok, pinggangnya tidak ramping, bokongnya pun ( mohon maaf ) tidak padat, jari tangannya tidak lentik tapi justeru jebrag tur telapak tangannya kasar, betisnya pun tidak seperti bulir padi, tapi mohon maaf mungkin seperti tales bogor, urat tumitnya tidak merit, bahkan mungkin tidak memiliki sama sekali kriteria daerah tubuh yang dapat menimbulkan rangsangan untuk kita sebagai suaminya, mungkin ada orang yang bilang mohon maaf body nya seperti drum…” NO PROBLEM… ORA OPO – OPO… KANGKENAI DESU… TEU SAWIOS – WIOS …!!! ” saudara – saudaraku, karena istri kita yang kita nikahi bukanlah Siti Zulaikha yang begitchu cantik mempesona….

Begitu juga seorang suami yang tidak tampan setampan Nabi Yusuf as, pun tidak perkasa seperti perkasanya Nabi Musa as, juga tidak se kaya Nabi Sulaiman, bahkan tidak semulia dan selembut Nabi Muhammad saw…. Namun kita sebagai suami akhir zaman yang berusaha untuk menjadi suami yang sholih yang dapat mewujudkan rumah tangga sesuai aturan agama yang di ridhoi oleh Allah swt sehingga menjadi keluarga yang dapat hidup harmonis dan romantis, sakinah, mawaddah dan wa rohmah, hidup mulia, bahagia dan mati sewaktu – waktu bisa sama – sama masuk surga dan terhindar dari neraka.

By: Ustad Yunus Syaifullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *