Wanita Sholihat (4)

Saudara – saudara lahir bathinku yang saya hormati di manapun berada, wabil khusus dalam kesempatan ini kaum suami sebagai imam dalam keluarga yang senantiasa mendambakan istri yang sholihat sebagai calon ahli surga yang nikmat dan kekal abadi selama – lamanya di akhirat kelak. Maka sebagai suami pun tentu harus dan wajib menjadi suami yang sholih, jika tidak maka otomatis akan timpang lah… ada ungkapan orang bijak yg patut kita perhatikan yaitu :<!–more–>

” Jangan mengharap istri kita seperti SITI HAJAR, jika kita tidak bisa seperti Nabi IBRAHIM as.”

” Jangan mengharap istri kita seperti ‘AISYAH r.a, jika kita tidak bisa seperti Nabi MUHAMMAD saw.”

” Jangan mengharap istri kita seperti SITI FATIMAH BINTI MUHAMMAD saw, jika kita tidak bisa seperti Khalifah ALI BIN ABI THALIB.”

Kalau ternyata istri kita adalah seorang wanita yang tidak suka dengan kejujuran, maka boleh jadi dia adalah seorang perempuan sejati yang belum bisa berfikir dewasa walaupun mungkin mohon maaf usianya sudah kepala tiga bahkan mungkin juga kepala empat, namun bila dia adalah seorang wanita yang sudah bisa berfikir dewasa walaupun usianya masih di bilang muda, maka pasti dia akan suka banget dengan yang namanya kejujuran, kalau sudah begitu keadaannya maka bagi suami tidak perlu lagi punya WIL ( wanita idaman lain ) ataupun istri simpanan alias istri rahasia….&#x1f603;&#x1f603;&#x1f603;&#x1f64f;&#x1f64f;&#x1f64f;

Dalam kondisi seperti ini di tuntut bagi suami untuk dapat memenuhi kontribusinya, karena jika kita tidak waspada maka akan terkena jebakan setan, sebab dalam kultur adat ketimuran, jarang sekali ada istri atau anak yang berani mengingatkan kepada seorang suami atau ayah ketika sedang tidak berlaku adil atau tidak bijaksana, padahal jelas – jelas semua anggota badan seperti mata, telinga, tangan dan kaki dan dll, kecuali mulut, semua itu akan memberikan kesaksian atas segala perbuatan yang pernah di lakukan selama hidup di dunia ini, sebagaimana firman Allah dalam al qur’an :
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُون سورة يس ٦٥

Artinya : ” Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” QS. Yā-SÄ«n 65

maka hendaknya bagi kita sebagai orang iman yang baik dan faham agama, hal ini dapat menjadikan peringatan di mana saja berada, sedang apa saja, dan bagaimanapun keadaannya sehingga kita semua di harapkan dapat memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya masing – masing dengan sebaik – baiknya yang akhirnya bisa menjadi suami yang di idolakan dan di dambakan oleh istri – istrinya dan anak – anaknya, hidup di dunia bahagia dan mati sewaktu – waktu keadaan husnul khatimah masuk surga selamat dari neraka.

By: Ustad Yunus Syaifullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *