Wanita sholihat (6)

Seorang istri yang sholihat yang menjadi bidadari dunia akhirat akan senantiasa bersemangat hatinya untuk ta’dhim dan berbakti kepada suaminya, menemani suaminya dalam keadaan suka dan duka, mendidik anak – anaknya agar berjalan di atas sunnah , manhaj yang benar dan ulama – ulama sholih, berani meluruskan suami apabila suaminya bersalah dengan bahasa yang lembut dan bersabar atas kekurangannya, membantu suaminya dalam mentaati tuhannya, sesungguhnya Allah tidak akan menyia – nyiakan amalan hamba – hambanya jika mau bersabar dan istiqomah, maka istri demikian inilah akan menjadi penghuni surga yang cantik nan jelita.

Ada beberapa faktor yang dapat merendahkan martabat istri yang harus di hindari atau di jauhi yaitu :<!–more–>
1. Lupa mengingat kepada Allah swt, karena mungkin terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau meramut anak – anak, maka tidaklah heran jika banyak istri / wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai mengingat kepada Allah swt, dan saat kelalaian atau kelengahan ini terjadi maka hakikatnya merupakan saat yang berbahaya bagi mereka para istri, di mana setan akan mengarahkan hawa nafsunya agar memainkan perannya, Allah swt telah berfirman :
أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ سورة الجاثيه ٢٣
Artinya : ” Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutup atas penglihatannya ? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?.” QS.Al-Jāthiyah 23

Mengingat kepada Allah bukan saja dengan dzikir, tetapi termasuk mendatangi atau menghadiri majlis – majlis ilmu.
2. Mudah tertipu dengan keindahan dunia, keindahan dunia dan kemewahannnya memang banyak yang menjebak wanita ke perangkapnya, bukan hanya itu saja bahkan setan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum laki – laki agar sama – sama bergelimang noda dan dosa, tidak sedikit yang berani atau sanggup durhaka kepada Allah ta’alaa hanya karena kenikmatan dunia yang sangat sedikit, sebagaimana firman Allah :
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ سورة الانعام ٣٢

Artinya : ” Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan lahan – lahan. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka apakah kamu tidak berpikir – pikir .”
QS. Al-‘An`ām 32

3. Mudah terperdaya oleh syahwat, ketika keinginan cukup kuat termasuk ketika libidonya naik dan tidak mampu lagi untuk mengendalikannya maka akhirnya berani nekad dalam melakukan pelanggaran tanpa berfikir lagi dengan akibatnya.
4. Lemah iman dan agamanya, sesuai dengan yang telah di sabda Rasulullah saw :
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ قَالَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ أَخْبَرَنِي زَيْدٌ هُوَ ابْنُ أَسْلَمَ عَنْ عِيَاضِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ إِلَى الْمُصَلَّى فَمَرَّ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فَإِنِّي أُرِيتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ فَقُلْنَ وَبِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ قُلْنَ وَمَا نُقْصَانُ دِينِنَا وَعَقْلِنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَلَيْسَ شَهَادَةُ الْمَرْأَةِ مِثْلَ نِصْفِ شَهَادَةِ الرَّجُلِ قُلْنَ بَلَى قَالَ فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ عَقْلِهَا أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ قُلْنَ بَلَى قَالَ فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ دِينِهَا رواه البخارى

Artinya : ” Dari Abu Sa’id Al Khudri ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada hari raya ‘Iedul Adlha atau Fitri keluar menuju tempat shalat, beliau melewati para wanita seraya bersabda: “Wahai para wanita! Hendaklah kalian bersedekahlah, sebab diperlihatkan kepadaku bahwa kalian adalah yang paling banyak menghuni neraka.” Kami bertanya, “Apa sebabnya wahai Rasulullah?” beliau menjawab: “Kalian banyak melaknat dan banyak mengingkari pemberian suami. Dan aku tidak pernah melihat dari tulang laki-laki yang akalnya lebih cepat hilang dan lemah agamanya selain kalian.” Kami bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, apa tanda dari kurangnya akal dan lemahnya agama?” Beliau menjawab: “Bukankah persaksian seorang wanita setengah dari persaksian laki-laki?” Kami jawab, “Benar.” Beliau berkata lagi: “Itulah kekurangan akalnya. Dan bukankah seorang wanita bila dia sedang haid dia tidak shalat dan puasa?” Kami jawab, “Benar.” Beliau berkata: “Itulah kekurangan agamanya.” HR. Bukhari

5. Bersikap suka menunjuk – nunjuk, walaupun sebenarnya yg lebih berhak dalam hal itu adalah suami, namun dalam kenyataannya tidak jarang wanita atau istri yang melakukan hal semacam ini, kecuali wanita atau istri yang sholihat untuk tidak melakukannya.
Wanita sholihat akan selalu berusaha melaksanakan syari’at islam dengan sepenuh hati dan sepenuh kekuatan imannya, senantiasa mendekatkan diri kepada Allah swt dengan memperbanyak ibadah, menghiasi dirinya dengan akhlakul karimah, bermu’amalah dengan sesama manusia sesuai syari’at islam, serta selalu memelihara / menjaga diri dari perbuatan maksiat.

Selanjutnya saudara – saudaraku yang saya hormati di manapun berada, ada beberapa hal yang harus di jauhi bagi wanita sholihat, di antaranya ada 4 ( empat ) ciri yang termasuk wanita penghuni neraka bila tidak bertaubat yaitu :
1. Wanita yang mulutnya jelek kepada suaminya dan bila suaminya pergi maka dia tidak menjaga dirinya dan jika suaminya datang dia memaki / memarahi.
2. Wanita yang memaksa kepada suaminya membeli sesuatu yang di luar kapasitas toleransi kemampuan suaminya alias tidak bisa mengukur antara kemauan dirinya dengan kemampuan suaminya.
3. Wanita yang tidak menutupi dirinya dari laki – laki lain yang bukan mahromnya dengan kata lain senang mengumbar auratnya, dan bila keluar rumah menampakan perhiasan dan kecantikannya untuk menarik laki – laki lain.
4. Wanita yang tidak mempunyai tujuan hidup kecuali makan, minum dan tidur serta tidak berbakti kepada Allah, Rasul, ulil amri dan suaminya.

By: Ustad Yunus Syaifullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *