Kesiapan menghadapi Tugas yang Berat

Sudah menjadi lumrah dalam situasi masyarakat yang majemuk, akan dijumpai orang -orang ayang mengecam pekerjaan kita, menghina bahkan mengintimidasi bila ada pekerjaan kita yang berbeda dengan kemauan masyarakat.., walaupun tujuan kerja kita adalah pekerjaan yang baik dan bermanfaat sekalipun.

Yang menarik adalah bagaimana Allah menyiapkan utusan-Nya (Rasulullah Muhammad SAW), untuk menghadapi tugas yang berat, terjun ke medan dakwah. Tujuannya baik, mengajak manusia pada kebaikan, tapi tantangannya sangat luar biasa. Kesiapan Allah tersebut tampak pada rangkaian ayat dari Surat Al Muzzamil.
———————
Bismillahirrahmanirahiim..
1. Hai orang yang berselimut (Muhammad),
2. bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),
3. yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.
4. atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.
5. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat.
6. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.
—————–
Dalam rangkaian ayat ini.., saat akan menghadapi tugas yang berat, yang dibangun pertama adalah kesiapan mental, dengan bangun tengah malam, shalat dan membaca Qur’an..
————–
7. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).
8. Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan
9. (Dialah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.
——————-
Di siang hari saat menghadapi pekerjaan dan urusan yang banyak, selalu sebut nama Allah sebagai keyakinan karena Allah yang akan menjadi pelindung…
——————
10. Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.
11. Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar.
12. Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang menyala-nyala.
13. Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.
14. Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan.
—————–
Bila ada orang yang mengecam, menghina bahkan mengintimidasi…, tetap bersabar untuk bekerja, jangan terlalu dipikirkan, karena Allah yang akan bertindak dengan cara-Nya.
——————-
15. Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu (hai orang kafir Mekah) seorang Rasul, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Fir’aun.
16. Maka Fir’aun mendurhakai Rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.
17. Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.
18. Langit(pun) menjadi pecah belah pada hari itu. Adalah janji-Nya itu pasti terlaksana.
19. Sesungguhnya ini adalah suatu peringatan. Maka barangsiapa yang menghendaki niscaya ia menempuh jalan (yang menyampaikannya) kepada Tuhannya.
———————-
Sebagai hiburan.., Allah menceritakan kisah para Rasul terdahulu.
Seperti contoh Firaun, yang ditakuti oleh manusia pada zamannya.., itu tidak ada apa-apanya dibandingkan kekuasan Allah…
—————————-
20. Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
——————
Sebagai penutup.., Allah mengulang lagi perintahnya dan langkah-langkah dalam bekerja..
Karena Allah Maha Mengetahui kemampuan setiap manusia dan Allah tahu setiap perbuatan manusia.
Mulailah dari hal yang mampu dilakukan. Yang penting tetap beramal dan berbuat baik, karena Allah yang akan membalas setiap amal perbuatan, sebagai balasan yang paling baik…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *