Berbagi Cerita dan Pengalaman

Dalam perjalanan hidup ini, setiap orang memiliki kisah kasih yang berbeda, baik suka maupun duka, lengkap dengan keluh kesahnya, bahkan penuh dengan peluh dan air mata. Bagi sebagian orang perjalanan hidupnya penuh dengan tangis dan duka, sebagian lagi lengkap dengan canda dan tawa. Dan penulis menyajikan itu dalam bentuk Tulisan Berbagi Cerita dan Pengalaman, karena kata orang Pengalaman adalah Guru yang baik, setidaknya penulis bisa belajar dari pengalaman diri sendiri maupun pengalaman orang lain.

Mungkin, penulis termasuk orang yang beruntung, dibandingkan orang-orang yang susah payah dalam mengarungi hidup ini. Masih teringat dalam benak penulis, diawal Pandemi Covid-19 merebak, terjadi kepanikan yang luar biasa, sebagian besar perkantoran Work from Home (WFH), bahkan Pemerintah melakukan istilah ekstrimnya LockDown, namun lebih tepatnya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), dimana aktivitas sosial termasuk aktivitas kerja benar-benar dibatasi.  Untuk pekerja formal sangat mungkin dilakukan WFH, tapi untuk pekerja informal siapa yang menyuruh WFH? Bahkan sebagian besar dari mereka tetap jalan menembus bahaya yang mengancam jiwanya demi menghidupi keluarganya. Mereka tidak punya alasan untuk tidak bekerja diluar rumah, mereka tidak punya pilihan untuk bisa bekerja di rumah.  Bisa jadi prinsip mereka, lebih baik jiwanya terancam daripada jiwa keluarganya terancam. Perjuangan yang luar biasa untuk mereka, mereka adalah pahlawan bagi keluarganya. Maka tak heran jika penulis tergerak untuk membuat sesuatu yang sederhana namun setidaknya dapat membantu mencegah Penyebaran Virus Corona ini. Alhamdulillah, berkat dukungan berbagai pihak, termasuk dukungan dari manajemen dari kantor penulis, perangkat sederhana itupun dapat terwujud.

Corona mengajarkan kita semua, banyak hal, mulai dari bagaimana melakukan perubahan yang luar biasa, sampai pada kebiasaan baru (New Normal), maupun hal kecil, seperti mengetuk hati kita, seberapa peduli kita pada orang-orang yang sangat terdampak dengan Pandemi Covid-19. Bagi sebagian orang Pandemi ini memberikan dampak yang biasa saja, tapi bagi sebagian orang yang lainnya dampaknya begitu luar biasa, sudah susah kena PHK lagi, ibarat pepatah Sudah Jatuh Tertimpa Tangga. Tentu penulis bisa merasakan penderitaan mereka, meski tidak banyak yang bisa penulis lakukan untuk mereka. Penulis dan semua orang hanya menjalankan perannya untuk menjalani hidup ini yang penuh dengan ujian. Bahwa ada yang diuji dengan harta dan kemewahan, itupun ujian, bahkan ada yang diuji dengan duka lara nestapa yang seolah tiada bertepi, hidup yang penuh dengan air mata, tiada lagi tawa. Nampak jelas beban berat itu dari wajah mereka.  Bahkan penulis sampai mendapati seseorang yang lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya demi mengakhiri penderitaan hidupnya. Untungnya Allah SWT menciptakan Air Mata yang tidak pernah bisa kering.  Menangislah, kalau itu cara kita bertahan dengan ujian ini. Menangislah jika itu dapat mengurangi rasa sesak di dada. Hidup ini ujian, ada kalanya diatas, dan ada saatnya dibawah. Maka yang bisa kita lakukan hanya mensyukuri nikmat disaat diatas dan bersabar pada saat kita berada di titik terendah dalam hidup ini. Jalani peran itu dengan sebaik-baiknya, sibukkan diri mencari kekurangan dan kelemahan diri sendiri karena kelak kita akan ditanya tentang apa yang kita lakukan bukan ditanya tentang apa yang orang lain lakukan. Dan jangan lupa, kita tidak hidup sendirian. Pikirkan mereka yang memerlukan uluran tangan kita, bahkan disaat kita sedang sendiri.

 

*Ini adalah awal cerita, tentu masih ada lagi cerita yang mengharu biru, bak sinetron atau sandiwara. *Sengaja penulis tidak menyebutkan nama agar tidak ada yang merasa tersinggung, bahkan kalaupun ada menyebut nama dan kebetulan ada kesamaan nama maka itupun bukan suatu kesengajaan.

*Mungkin akan menarik jika cerita ini dapat ditanggapi, karena penulis yakin, pembaca jika punya cerita untuk dibagi.

*Sengaja penulis membuat tulisan yang ringan-ringan saja, yang bisa dicerna oleh semua kalangan.

Terima kasih

 

 

 

 

 

Suyatno Budiharjo

Suyatno Budiharjo

IKatlah Ilmu dengan Menuliskannya...

One thought on “Berbagi Cerita dan Pengalaman

  • Seandy A. Rozano
    November 1, 2020 at 4:50 PM
    Permalink

    Nice share Pak Suyatno, sangat menginspirasi di saat krisis ini masih dapat berkontribusi menciptakan perangkat yang dapat membantu pencegahan penyebaran virus. Semoga dalam kondisi pandemi saat ini kita semua masih dapat selalu memberikan yang terbaik bagi keluarga, institusi, dan juga masyarakat.
    Aamiin YRA…

    Reply

Leave a Reply to SEANDY ARANDIANT ROZANO Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *