Sumpah Pemuda Era Digital

Untuk dapat menarik benang merah antara Sumpah Palapa dengan Sumpah Pemuda, maka perlu menyimak apa yang diucapkan patih Gajah Mada saat upacara pengangkatan menjadi Patih Amangkubumi Majapahit :

“Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, Samana isun amukti palap.” Artinya, “Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikian saya (baru akan) melepaskan puasa.”

Gajah Mada adalah seorang ksatria dan punya kegigihan untuk bisa mempersatukan Nusantara. Ia juga rendah hati, rajin berpikir, dan sungguh-sungguh. Sumpah Patih Gajah Mada yang ingin menaklukan seluruh kepulauan Majapahit banyak diejek para menteri-menteri Kerajaan Majapahit. Penyatuan Nusantara ini mampu dilaksanakan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk atau selama masa jabatan 21 tahun (1336-1357).

Detik-detik Sumpah Pemuda
Kongres Pemuda II diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928. Kongres itu melahirkan sebuah deklarasi yang dikenang hingga saat ini. Tokoh yang berjasa dalam merumuskan deklarasi itu adalah Moh Yamin. Saat kongres berlangsung, dia menuliskan gagasan “Sumpah Pemuda” dalam sebuah kertas. Kertas itu kemudian dia sodorkan kepada Soegondo Djojopoespito, yang saat itu menjabat Ketua Kongres. “Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya punya rumusan resolusi yang elegan),” kata Yamin kepada Soegondo, dikutip dari buku Mengenang Mahaputra Prof. Mr. H. Muhammad Yamin Pahlawan Nasional RI (2003). Teks Sumpah Pemuda Deklarasi bernama Sumpah Pemuda itu lahir setelah para peserta menyatakan sebuah kesepakatan bersama akan pentingnya persatuan pemuda. Adapun istilah Sumpah Pemuda sendiri tidak muncul dalam putusan kongres tersebut, melainkan diberikan setelahnya.
Berikut ini isi teks keputusan Kongres Pemuda II:
Pertama: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
Kedua: Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia

Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Dan kini dalam memaknai Sumpah Pemuda saat ini, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali secara resmi meluncurkan logo perayaan ke-92 Hari Sumpah Pemuda. Peluncuran ini disiarkan langsung oleh Televisi Republik Indonesia (TVRI), Kamis (1/10/2020).

Logo “Bersatu & Bangkit” menjadi sebuah keharusan dalam era digital saat ini. Maka Peran Pemuda sebagai Perwujudan Sumpah Pemuda Era Digital adalah menjadi pemeran utama dalam meningkatkan persatuan dan kesatuan, termasuk dalam memerangi Hoax dan berita bohong, mejadi pelaku utama dalam transformasi digital, serta sebagai pemuda yang memiliki Digital Talent untuk memenangkan persaingan ke depan sama seperti yang dilakukan patih Gajah Mada untuk menyatukan Nusantara, dan seperti yang dilakukan para Pemuda di masa Perjuangan. Perjuangan saat ini adalah membangun Persatuan dengan mencari Persamaan, bukan mencari Perbedaan yang hanya akan menimbulkan pertentangan, dan perpecahan. Terakhir sebagai penutup penulis kutip beberapa Quote Bung Karno :

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”

“Ikrarkanlah ikrar sumpah pemuda dengan hati dan anggota badan yang akan menjadi bukti dan raihlah kemerdekaan Indonesia yang sejati.”

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”

“Tuhan hanya akan mengubah nasib sebuah bangsa jika bangsa itu hendak merubah nasib bangsanya sendiri. Bersatulah para pemuda dan pemudi Indonesia dan rubahlah nasib bangsa kita supaya lebih baik dari sebelumnya. ”

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”

“Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan.”

“Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.”

“Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.”

“Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali.”

Referensi :

  1. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Makna Sumpah Palapa”, Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2019/12/20/130000869/makna-sumpah-palapa?page=all.
    Penulis : Ari Welianto
    Editor : Nibras Nada Nailufar
  2. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “92 Tahun Sejarah dan Isi Teks Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928”, Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/28/060000965/92-tahun-sejarah-dan-isi-teks-sumpah-pemuda-28-oktober-1928?page=all.
    Penulis : Nur Fitriatus Shalihah
    Editor : Rizal Setyo Nugroho
  3. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Gelorakan Semangat Persatuan, Menpora Luncurkan Logo Hari Sumpah Pemuda 2020”, Klik untuk baca: https://biz.kompas.com/read/2020/10/02/184823728/gelorakan-semangat-persatuan-menpora-luncurkan-logo-hari-sumpah-pemuda-2020.
  4. Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul Kumpulan Quotes dari Bung Karno: Berikan Aku 10 Pemuda, Niscaya Akan Kuguncangkan Dunia, https://manado.tribunnews.com/2020/10/28/kumpulan-quotes-dari-bung-karno-berikan-aku-10-pemuda-niscaya-akan-kuguncangkan-dunia.
    Editor: Handhika Dawangi
Suyatno Budiharjo

Suyatno Budiharjo

IKatlah Ilmu dengan Menuliskannya...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *