Tips Langkah Menyusun Bisnis Proses untuk Institusi Pendidikan

Institusi Pendidikan sekarang dituntut untuk memberikan kualitas pendidikan yang diberikan kepada peserta didik sesuai harapan mereka dan juga sesuai dengan standar yang berlaku. Untuk Institusi Perguruan Tinggi standar yang harus dipenuhi adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 03 Tahun 2020 yaitu standar Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Standar Akreditasi Nasional Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (SAN BAN-PT). Selain kedua standar ini perguruan tinggi masih bisa mengadopsi lagi standar internasional khusus untuk organisasi pendidikan yaitu ISO 21001:2018.
ISO 21001:2018 adalah sistem manajemen mutu yang memiliki prinsip-prinsip yang mendorong lembaga pendidikan untuk menjadi lebih baik lagi dalam hal pelayanan kepada mahasiswa dan tetap bertanggung jawab secara sosial kepada stakeholder dan lingkungan. Memang antara standar SPMI, SAN BAN-PT dan ISO 21001:2018 masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. SPMI dan SAN BAN-PT lebih menekankan pada standarisasi sedangkan ISO menekankan pada keterkaitan pada setiap proses. Jadi Ketika organisasi Pendidikan telah menerapkan SPMI secara konsisten dan terakreditasi oleh BAN-PT maka penerapan ISO 21001:2018 menjadi hal yang perlu diimplementasikan. Tentunya dengan mengintegrasikan standar-standar ini agar memberikan manfaat yang besar baik bagi Institusi pendidikannya maupun peserta didiknya.
Memulai implementasi ISO 21001:2018 bisa dimulai dengan Menyusun bisnis proses. Bisnis proses yang dimaksud adalah proses internal utama pada organisasi. Pemetaan proses internal ini memerlukan keterlibatan semua pihak mulai dari awal proses sampai dengan akhir proses.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Membuat list semua proses.
    Membuat list semua proses membutuhkan kerja sama semua unit juga, karena untuk pemetaan awal semua proses harus diidentifikasi.
    Sebagai contoh sederhana list proses dapat dimulai dari proses penerimaan mahasiswa baru, berlanjut ke registrasi dan pemilihan mata kuliah. kemudian ke proses inti yaitu kegiatan belajar mengajar dan penilaian lalu proses terakhir yudisium dan tracer alumni.
    Intinya pada tahap ini list semua proses harus direkam dan dipetakan dengan jelas prosesnya apa dan dari unit mana.
  2. Mengelompokkan Proses dari semua unit
    Pengelompokan proses ini setelah list didapat barulah dipilah mana yang termasuk proses inti, proses pendukung, dan proses monitoring/kontrol. Pada tahap ini perlu diperhatikan antara proses yang beririsan untuk diberikan penjelasan agar peralihan dari satu proses ke proses selanjutnya dapat dipahami.
  3. Membuat alur proses Input-Proses-Output.
    Terakhir setelah proses sudah dikelompokkan dan dipetakan dengan baik. Maka selanjutnya dituangkan dalam sebuah bagan alur untuk memudahkan dalam memahami implementasi bisnis secara menyeluruh dan komprehensif.

Contoh bisnis proses

Demikian langah-langkah dalam membuat bisnis proses di Institusi Pendidikan. Setelah bisnis proses selesai dibuat akan dibahas lagi langkah selanjutnya yaitu melakukan gap analysis, awarenes, penyusunan dokumen, implementasi, dan monitoring serta evaluasi. barulah terakhir sertifikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *