Berbagi Ilmu : Tidaklah Berkurang Ilmu dibagi

Ada keasyikan tersendiri ketika saya sedang menulis untuk sekedar sharing pengalaman, kalo tidak bisa dikatakan sebagai ilmu, minimal sharing pengalaman pernah mencoba apa yang saya tulis. Bukan sok pamer, apalagi sok pintar, karena semakin banyak menulis, semakin banyak yang kita harus coba, dan semakin kita tahu, bahwa ternyata semakin banyak yang kita pelajari, semakin banyak yang belum kita pelajari, hal ini menunjukkan teramat luas ilmu pengetahuan itu.

Rasanya kurang afdhol, ketika kita mempelajari sesuatu yang baru, hanya sebatas membaca tanpa mencobanya. Ibarat wisata kuliner kita baru melihat gambarnya atau fotonya belum mencoba rasanya, begitulah kira-kira, ketika kita hanya menulis ulang dari tulisan orang. Tanpa mengurangi semangat teman-teman yang sedang menulis atau membaca tulisan ini, bahwa saya menyadari ada berbagai latar belakang yang membaca artikel ini, maka saya mencoba menuliskan dengan cara yang sederhana, agar mudah dicerna, sebagaimana dikatakan oleh Albert Einstein,”If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough”.

Apa yang ingin saya sampaikan adalah Ilmu pengetahuan itu universal, semua orang boleh mempelajarinya. Semua orang boleh memiliki ilmu. Ilmu bukanlah milik orang tertentu saja, bukan pula milik orang-orang pintar saja, ilmu juga bisa dibagi. Kepintaran juga bisa ditularkan. Maka ketika kita merasa memiliki ilmu yang lebih tinggi dibandingkan orang lain, berbagilah ke orang-orang sekitar kita, karena ilmu tidak berkurang ketika dibagikan ke banyak orang.

Memiliki ilmu yang lebih adalah sebuah anugerah, karena dengannya justru memiliki kesempatan untuk beramal jariyah, namun demikian tidaklah pantas bagi orang yang berilmu tetapi bersikap merendahkan atau meremehkan orang lain, yang dinilai kurang berilmu. Memiliki ilmu adalah satu keistimewaan tersendiri, bahkan Allah SWT mengangkat derajat orang-orang yang berilmu, kenapa? Karena mereka memiliki kesempatan dan tanggungjawab untuk mengajarkannya kepada orang yang belum tahu. Maka tidak ada salahnya bagi orang yang berilmu memiliki sikap seperti padi, “Semakin berisi semakin merunduk”, dan sebaliknya janganlah seperti kata pepatah, “Tong kosong, nyaring bunyinya”, demikian juga dengan pepatah, “Air Beriak tanda tak dalam”.  Maka saya cukupkan tulisan sampai disini, karena seolah saya diingatkan,”Semakin banyak saya bicara, itu hanya menunjukkan semakin kosong isinya”.


“Tidaklah seseorang menjadi lebih tinggi derajatnya dengan merendahkan orang lain, dan tidaklah orang menjadi lebih baik, dengan menilai keburukan orang lain”.

 

Penulis

Suyatno

Suyatno Budiharjo

Suyatno Budiharjo

IKatlah Ilmu dengan Menuliskannya...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *