Apa Bedanya BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun ?

Merujuk pada UU No 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional maka diketahui definisi dari JHT dan JP yang sekaligus dapat membedakannya.

Jaminan Hari Tua (JHT)
JHT adalah program nasional yang dijalankan berdasarkan prinsip asuransi sosial atau tabungan wajib. Tujuannya adalah menjamin setiap peserta menerima sejumlah uang tunai secara sekaligus apabila memasuki masa pensiun di kemudian hari. Atau, jika si peserta mengalami cacat total tetap atau meninggal dunia yang disebabkan baik oleh sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaannya ataupun bukan.

Jika peserta meninggal dunia, maka pihak yang berhak menerima manfaat JHT adalah mereka yang secara sah terdaftar sebagai ahli waris. Besar kecilnya manfaat yang akan diterima peserta ditentukan berdasarkan jumlah akumulasi seluruh iuran yang telah disetorkan ditambah dengan hasil pengembangannya.

Tidak harus menunggu pensiun atau momen tertentu, pembayaran manfaat JHT dapat diberikan sebagian sampai batas tertentu setelah kepesertaan mencapai minimal 10 tahun. JHT bisa juga diberikan saat peserta berhenti bekerja dan tidak melanjutkannya kembali, berusia 56 tahun. Mereka yang disebut sebagai peserta di sini adalah yang secara rutin membayarkan iuran sesuai dengan besarnya upah atau pendapatan yang mereka laporkan sebagai basis perhitungan iuran.

Besarnya Iuran JHT adalah 5,7 persen dari besarnya upah yang dilaporkan dengan perincian 3,7 persen ditanggung oleh pemberi kerja dan sisanya ditanggung oleh pekerja.

Jaminan Pensiun (JP)

Sama halnya dengan Iuran JHT, Iuran JP juga diselenggarakan secara nasional berdasarkan prinsip asuransi sosial atau tabungan wajib. Tidak jauh berbeda, JP ditujukan untuk mempertahankan derajat kehidupan layak bagi peserta saat sudah tak lagi bekerja atau berkurang penghasilannya karena memasuki usia pensiun atau mengalami cacat total. Manfaat JP akan dirasakan oleh semua peserta yang membayar iuran sebagaimana ditetapkan.

Iuran JP adalah sebesar 3 persen dari upah yang diterima, dengan rincian pembayaran 2 persen oleh pihak pemberi kerja dan 1 persen sisanya oleh pekerja.

Pensiun anak akan terus diterima hingga anak yang berstatus ahli waris mencapai usia 23 tahun, bekerja, atau menikah. Jika peserta Iuran JP merupakan lajang, maka pensiun akan diberikan pada orangtua hingga batas waktu yang diterapkan undang-undang.

Jaminan pensiun yang diberikan ini dapat diterima oleh peserta ataupun ahli warisnya apabila si peserta sudah memenuhi masa iuran yakni minimal 15 tahun, kecuali ditetapkan lain oleh undang-undang.

Dengan penjelasan yang ada, dapat disimpulkan perbedaan mendasar dari Iuran JHT dan Iuran JP adalah proses pembayarannya, JHT dibayarkan secara sekaligus, sementara JP dibayarkan berkala setiap bulannya.

Secara keseluruhan, gaji yang dipotong setiap bulan adalah Gaji (Take Home Pay) yang diterima pegawai x 9,24%. Adapun prosentase tersebut terdiri dari :
J. Kecelakaan Kerja (Pemberi Kerja) = 0,24%
J. Kematian (Pemberi Kerja) = 0,30%
J. Hari Tua (Pemberi Kerja) = 3,7%
J. Hari Tua (Pegawai) = 2%
J. Pensiun (Pemberi kerja) = 2%
J. Pensiun (Pegawai) = 1%

Untuk total yang ditanggung pegawai adalah 3% dari Gaji yang diterima dan 6,24% dari Gaji yang diterima.

Pada tanggal 27 November 2020, penulis join pada Webinar BPJAMSOSTEK Cengkareng dengan tema “Webinar Tertib Administrasi BPJS Ketenagakerjaan Cengkareng”. Pada kesempatan tersebut, penulis bertanya, ditempat kami, sesuai regulasi yang ada, dosen bisa mengajar sampai usia 65 tahun, kenapa setiap hitung iuran untuk pembayaran, muncul notifikasi ‘Konfirmasi program jaminan pensiun untuk tenaga kerja dengan usia melebihi batas 57 tahun’ ?
Jawaban narasumber ialah bahwa Perusahaan bisa memilih antara tenaga kerja untuk melakukan NONAKTIF/AKTIF kepesertaan pada program Jaminan Pensiun. Jika kita pilih Nonaktif, maka pegawai tersebut bisa mencairkan uang Jaminan Pensiun, namun jika dipilih Aktif, maka pegawai berlaku untuk potongan gaji sesuai aturan yang berlaku.

Terima kasih

#AkatelYesWeCan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *