Menghitung Uji T dengan SPSS

Jika data memenuhi syarat berdistribusi normal dan homogen, maka terakhir untuk mengetahui adanya perbedaan diperlukan Uji T. Contoh kasus apabila data kedua kelompok memenuhi syarat normalitas dan varian dari kedua kelompok sama (homogen).

Prosedur SPSS  Independent Sample t-Test:

Data di bawah ini menunjukkan bahwa ada 2 kelompok yaitu kelompok pertama (1) dan kelompok kedua (2) dengan 10 responden pada setiap kelompok.

Langkah pertama adalah menguji normalitas, outlier dan homogenitas. Uji normalits dan homogenitas telah dibahas pada materi sebelumnya. Berikut adalah hasil dari uji normalitas dan homogenitas.

Tests of Normality
Kelompok Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic Df Sig.
Nilai 1 ,115 10 ,200* ,988 10 ,993
2 ,131 10 ,200* ,959 10 ,778
*. This is a lower bound of the true significance.
a. Lilliefors Significance Correction

Tabel di atas menunjukkan hasil uji Shapiro Wilk dan Lilliefors. Nilai  (Sig) lilliefors 0,200 pada 2 kelompok di mana > 0,05 maka berdasarkan uji lilliefors, data tiap kelompok berdistribusi normal.  uji Shapiro wilk pada kelompok 1 sebesar 0,993 > 0,05 dan pada kelompok 2 sebesar 0,778 > 0,05. Karena semua > 0,05 maka kedua kelompok sama-sama berdistribusi normal berdasarkan uji Shapiro wilk.

Test of Homogeneity of Variance
  Levene Statistic df1 df2 Sig.
Nilai Based on Mean ,003 1 18 ,961
Based on Median ,002 1 18 ,961
Based on Median and with adjusted df ,002 1 17,816 ,961
Based on trimmed mean ,003 1 18 ,961

Tabel di atas menunjukkan hasil uji homogenitas dengan metode Levene’s Test. Nilai Levene ditunjukkan pada baris Nilai based on Mean, yaitu 0,003 dengan  (sig) sebesar 0,961 di mana > 0,05 yang berarti terdapat kesamaan varians antar kelompok atau yang berarti homogen.

 

Nilai Stem-and-Leaf Plot for

Kelompok= 1

 

Frequency    Stem &  Leaf

1,00        3 .  3

1,00        4 .  5

3,00        5 .  045

3,00        6 .  026

1,00        7 .  6

1,00        8 .  6

 

Stem width:     10,00

Each leaf:       1 case(s)

 

 

Nilai Stem-and-Leaf Plot for

Kelompok= 2

 

Frequency    Stem &  Leaf

 

2,00        5 .  08

3,00        6 .  479

2,00        7 .  57

1,00        8 .  0

2,00        9 .  56

 

Stem width:     10,00

Each leaf:       1 case(s)

 

Diagram di atas adalah diagram batang-daun (stem-leaf) yang berfungsi untuk mendeteksi adanya pencilan (outlier). Nilai pencilan (outlier) terjadi apabila terdapat nilai extrem di atas dan di bawah stem-leaf. Bila data anda tidak terdapat nilai extrem, maka tidak terdapat outlier. Deteksi outlier juga bisa dilakukan dengan diagram Box-plot seperti di bawah ini:

Box-Plot di atas tidak menunjukkan adanya titik (plot/data) di atas dan/atau di bawah boxplot yang berarti tidak terdapat outlier.

Berdasarkan ketiga uji tersebut maka seluruh asumsi terpenuhi, sehingga kegiatan dapat dilanjutkan ke uji dua rata-rata (dalam hal ini) uji Independen Sample T Test.Pada menu SPSS, klik Analyze, Compare Means, Independent Samples T Test. Selanjutnya akan muncul jendela sebagai berikut: Kemudian masukkan variabel terikat anda yaitu Nilai ke kotak Test Variable(s) dan masukkan variabel bebas anda yaitu Kelompok ke kotak Grouping Variables.

Klik tombol Define Groups kemudian masukkan kode 1 dan 2 pada Group 1 dan Group 2.

Klik Continue. Dan pada jendela utama klik OK kemudian lihat Output.

Group Statistics
Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean
Nilai 1 10 58,7000 15,16612 4,79595
2 10 73,1000 14,79076 4,67725

Tabel di atas menunjukkan rata-rata tiap kelompok, yaitu pada kelompok 1 sebesar 58,7 dan kelompok 2 sebesar 73,1. Berdasarkan nilai rata-rata, kedua kelompok tersebut memiliki perbedaan. Selanjutnya akan dilihat lebih lanjut sejauh mana perbedaan yang dimaksud, lihat contoh di bawah ini:

Independent Samples Test
  Levene’s Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means
F Sig. T df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference
Lower Upper
Nilai Equal variances assumed ,003 ,961 -2,150 18 ,045 -14,40000 6,69909 -28,47426 -,32574
Equal variances not assumed     -2,150 17,989 ,045 -14,40000 6,69909 -28,47489 -,32511

Nilai hasil uji levene test untuk homogenitas sama dengan bahasan di atas, yaitu homogen. Karena homogen, maka gunakan baris pertama yaitu nilai t-hitung sebesar -2,150 pada derajat kebebasan (df) sebesar 18. Derajat kebebasan (df) pada uji-t adalah N-2, yaitu pada kasus ini 20-2=18. Nilai t-hitung ini anda bandingkan dengan t-tabel pada nilai df= 18 dan alpha =0,05.Untuk menjawab hipotesis ada 2 cara, yakni dengan membandingkan antara nilai t-hitung dengan nilai t-tabel: 1) Apabila nilai t-hitung positif: Ada perbedaan bermakna apabila t-hitung > t-tabel; 2) Apabila nilai t-hitung negatif: ada perbedaan bermakna apabila t-hitung < t-tabel.

Cara kedua adalah dengan melihat nilai Sig (2 tailed) atau . Pada kasus di atas nilai  sebesar 0,045<alpha = 0,05. Karena nilai t-hitung lebih kecil daripada nilai t-tabel maka perbedaan bermakna secara statistik atau signifikan pada probabilitas 0,05. Besarnya perbedaan rata-rata kedua kelompok ditunjukkan pada kolom Mean Difference, yaitu -14,4. Karena bernilai negatif, maka berarti kelompok pertama memiliki rata-rata lebih rendah dari pada rata-rata kelompok kedua.

Saifullah Akatel

Saifullah Akatel

Admission Team of Akademi Telkom Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *